Ku merasa langkahku kian gontai menyusuri lorong ini, semakin lama semakin gelap dan terasa sangat menyesakkan dada. Hanya tampak penyesalan yang terpancar dari binar mataku, atas semua keterlambatan dan hal yang tak sempat ku gapai bersamamu. Tentang apa-apa yang ku impikan denganmu. Tentang suka yang berubah menjadi luka dalam akhir yang tak pernah ku sangka.
Ku duduk sejenak, ku rasa ku tak sanggup berjalan lebih jauh. Fikiranku berhamburan tak tau arah, seperti debu yang memenuhi lorong tua ini. berdiam diri disini, dan ku tak tau air mata ini menetes. Mengingatmu, mengingat tentang kita, mengingat semuanya dalam akhir yang tak pernah ku sangka.
Ku seka air mataku dan perlahan ku mulai berdiri. Ku akan melanjutkan perjalanan ini, ku yakin kau tak ingin ku menangisi ini. Ku harus menemukan cahaya di balik lorong ini, untuk tetap mengejar mimpi kita. Mimpi yang tak sempat kita gapai bersama, itu hanya untukmu. Ku selalu mengenangmu, dalam akhir yang tak pernah ku sangka.
Tentang Kisah Seorang Sahabat,
July 12th 2009 at 11:45 am
6 Tanggapan
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan sebuah tanggapan







dan sesungguhnya yang akhir itu lebih baik bagimu daripada yang awal…
salam…
amin..
petromax doloooooooo
hueheue
yee.. petromax udaa d ambil ama pakarfisika… ;P
The light just within you…, why bothering with the darkness
i think