Lama tak ku lihat wajahmu juga tak ada lagi kekuatan yang tersungging di senyummu yang bisa membuat ku serasa di surga, membuatku melambung tinggi dan merasa terhempas sangat kuat saat itu tak ada. Kota demi kota yang telah ku lalui tanpamu, ku rasa jalan ini terlalu usang untuk kujalani seorang diri. Dan semua itu membuatku sadar betapa berartinya kau di hidupku. Entah apa yang kau selipkan di syaraf-syaraf otakku sehingga ku tak mampu menghapus semua kenangan bersamamu. Ku tak tau mengapa perasaan ini tertanam begitu dalam, dan semakin dalam terhujam di perasaan ku sehingga membuatku terluka karenanya.
Setiap kali ku mengingatmu ku hanya bisa menghela nafas panjang. Mengingat kau tak lagi di sampingku, mengingat semua hal bodoh itu. Ku baru ingat bahwa saat itu tak ada kata pisah darimu. Yang membuatku berharap kau kembali membawa secercah harapan bagiku. Sesekali ku menitikkan air mata, menangisi diriku sendiri yang terlalu mencintaimu yang mungkin tak sama denganku. Dan sesekali ku menyeka air mataku sendiri, dan berkata “Untuk apa ku menangisimu yang tak pernah sedikitpun memikirkanku..?”
Tapi ku tak bisa membohongi diriku sendiri bahwa kau benar-benar meninggalkan sesuatu yang tak mampu untukku buang atau ku berikan pada orang lain. Banyak orang yang menguatkanku tentang kenyataan ini. Kenyataan yang kau sendiri tak tau betapa sakitnya diriku yang kau tinggalkan begitu saja tanpa kata-kata. Ku tak tau apa yang ada di dalam fikiranmu, apakah masih ada yang tersisa tentang ku di otakmu ?
Ku masih ingat ketika ku mencuri-curi waktu untuk mendengarkan lagumu, lagu yang indah itu. Semua orang menertawaiku, kenapa aku masih menyisakan tempat untukmu di hatiku. Ku hanya bilang, ku sedang mempertanyakan sesuatu yang selama ini tak bisa ku jawab. Hanya lagu-lagumu itu yang bisa melepaskan rinduku padamu, dan terkadang ku malah tambah sakit karenanya. Karena ku tak menyangka betapa bodohnya aku bisa mencintai orang sepertimu.
Ku tak apa dengan keadaan ini, tapi ku mohon katakan sesuatu tentang perasaanmu agar ku lebih mudah melupakanmu atau kembali kepadamu. Apa ku harus menanti sebuah jawaban darimu ? Atau ku harus menanti seseorang yang akan berkata, “Kau harus melupakannya, dan akulah jawaban dari semua keluhmu.”
3 Tanggapan
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan sebuah tanggapan







so sweet
makasi uda
[...] Tak Ada yang Mampu Menghapus Serpihan Tentangmu [...]