19 Menit yang Indah

Ku tak menyangka ku bahagia.
Bahagia karena mu.
Meski masa lalu itu menyakitkan,
tapi hari ini ku bahagia,
itu karena mu.

Andai kau tau,
ku tak bisa membenci mu.
Atas semua perjalanan itu,
tapi hari ini ku bahagia,
itu karena mu.

Apa kau juga merasakannya ?
19 menit yg berharga, bagiku.
Entah itu bagimu.
Ku tak tau.

Film Luar Versi Padang

Enemy at the Gates  -> Lah Tibo Lawan di Pintu

Batman Forever -> Kalalauang

Remember the Titans -> Lai Takana Jo si Titan

The Italian Job -> Karajo maliang

Die Hard -> Payah Matinyo

Die Hard II -> Alun Juo Mati Lai ?

Die Hard III With A Vengeance -> Ondeh Mandeh.  Ndak Juo Mati Mati Doh?

Bad Boys -> Anak Kalera

Sleepless in Seattle -> Mangantuak

Lost in Space -> Ilang di Awang-awang

Brokeback Mountain -> Gunuang Patah Tulang

Cheaper by Dozens -> Bali Salusin Tambah Murah

You’ve got Mail -> Ado Surek Tuh Ha

Paycheck  -> Pitih Gaji

Independence Day -> Hari Rayo

The Day After Tomorrow -> Saisuak

Die Another Day -> Ndak kini matinyo..?

There is Something About Marry -> Manga si Merry yo..?

Silence of the Lamb -> Kambiang Pangambok

All The Pretty Horses  -> Kudonyo Rancak-rancak

Planet of the Apes -> Nagari Siamang

Gone in Sixty Seconds  -> Barangkek Lah Waang Lai

Original Sin -> Sabana-bana doso

Mummy Returns  -> Lah Baliak si One tadi..?

Crash -> Balago Kambiang

Copycat -> Kopi Kuciang

Seabiscuit -> Makan Biskuit di Lauik

Freddy vs Jason -> Bacakak

Just in Heaven -> Lah di Sarugo

Air Bud  -> Aia si Budi

How To Lose A Guy in 10 Days -> Baa caronyo Manyipak Urang..

Lord Of The Ring -> Juragan batu cincin

Deep Impact -> Taraso Dalamnyo

Million Dollar Baby -> Anak Rang Kayo

Blackhawk Down -> Buruang Itam si Don

Saving Private Ryan -> Mahagia Les Ka si Ryan

Dumb and Dumber -> Pakak jo sabana Pandia

http://www.ketawa.com

Dalam Akhir Yang Tak Pernah Ku Sangka

Ku merasa langkahku kian gontai menyusuri lorong ini, semakin lama semakin gelap dan terasa sangat menyesakkan dada. Hanya tampak penyesalan yang terpancar dari binar mataku, atas semua keterlambatan dan hal yang tak sempat ku gapai bersamamu. Tentang apa-apa yang ku impikan denganmu. Tentang suka yang berubah menjadi luka dalam akhir yang tak pernah ku sangka.

Ku duduk sejenak, ku rasa ku tak sanggup berjalan lebih jauh. Fikiranku berhamburan tak tau arah, seperti debu yang memenuhi lorong tua ini. berdiam diri disini, dan ku tak tau air mata ini menetes. Mengingatmu, mengingat tentang kita, mengingat semuanya dalam akhir yang tak pernah ku sangka.

Ku seka air mataku dan perlahan ku mulai berdiri. Ku akan melanjutkan perjalanan ini, ku yakin kau tak ingin ku menangisi ini. Ku harus menemukan cahaya di balik lorong ini, untuk tetap mengejar mimpi kita. Mimpi yang tak sempat kita gapai bersama, itu hanya untukmu. Ku selalu mengenangmu, dalam akhir yang tak pernah ku sangka.

Tentang Kisah Seorang Sahabat,
July 12th 2009 at 11:45 am

Perubahan Dunia Tulis Men-tulis Blog Gw

Pernah nyangka nggak sih gue pernah ngepost tentang perjalanan karier ngeblog gw di SINI disitu gw bilang kalo perjalanan karier ngeblog gw berawal dari puisi-puisi nggak jelas, sok puitis. But, akhir-akhir ini gw malah menikmati postingan gw yang romantis seperti postingan berikut : :)
- Tak Ada yang Mampu Menghapus Serpihan Tentangmu
- Tentang Kita dan Semuanya
- Ketika Hujan Tak Lagi Berpelangi

Oh my god, gw mulai menik-mati-nya. Alhamdulillah banyak orang yang naksir daripada yang protes masalah tu tulisan. Berbeda dari biasanya, postingan gw yang agak nyeleneh, ehm diperbaharui, postingan gw yang selalu nyeleneh dan selalu bikin orang mau ngelempar gw pake sendal jepit. But now, gw menemukan dunia lain dari tulis-mentulis :mrgreen: Sederhana tapi mampu membawa lo semua ke dunia imajinasi gw.

Selamat menikmati tulisan gw yang bakal berbau romantika ke depannya. Kritik dari lo semua sangat dibutuhkan, karna lo semua yang bikin tulisan gw menjadi lebih hidup. Thanks….

Ketika Hujan Tak Lagi Berpelangi

Helaan nafasku terdengar sayup saat ku terjaga, ternyata suara hujan yang menderu itu yang telah membangunkanku. Ternyata masih jam tiga pagi, ku ingin menyambung mimpiku tapi fikiranku mulai melayang, bak menaiki sebuah mesin waktu yang membawaku kembali mengingat tentangmu. Tentang lembaran-lembaran yang pernah kita tulis bersama, meskipun usang tapi tetap masih tersusun rapi di tempatnya.

Masih segar di fikiranku pembicaraanmu tentang hujan, ketika itu ku mengeluh saat hujan mulai turun. Ku merasa kesepian saat hujan. Tapi kau malah menertawaiku, menertawai jalan fikiranku yang aneh itu. “Ku cinta hujan,” katamu. Ku bertanya dalam hatiku, kenapa ?? Kenapa Kau mencintai hujan ?? Dan kaupun menyambung kata-katamu itu, “Karena hujan lah pelangi itu ada.” Ku suka kata-kata itu, ku cinta dan ku cinta pelangimu itu. Dan sejak itu, kau sering mengajakku menunggu datangnya pelangi. Berdiri di gerbang sekolah berteduh dari hujan, dan menunggu pelangi. Kau pun bersorak riang ketika pelangi itu lambat laun menghiasi langit, “Pelangi ! pelangi ! itu pelangi kita…” Tak sadar kaupun memegangi tanganku saking gembiranya, ku hanya tersenyum melihatmu. Hanya pelangi yang bisa membuatmu tertawa seperti itu.

Ku tak ingat kapan terakhir kali kau memegangi tanganku ketika kita menyeberangi jalanan yang gaduh itu. Setiap kenangan yang kau selipkan di memoriku adalah kenangan yang teratur secara alphabetis, tersusun indah sehingga ku bisa mengenangmu dalam tulisan yang tak berharga ini. Ku tak tau lagi harus kemana mencarimu, namun ku juga tak tau apa yang harus ku katakan ketika kita bertemu nanti.

Ku sempat tertawa kecil di tengah malam itu, ku ingat ketika kau menyuruh temanmu untuk memberikan secarik kertas kepada ku. Kau bersembunyi di balik rumah tua itu, di atas sepeda metalik kesayanganmu itu. Ku hanya tersenyum melihat tingkah anehmu, segera ku ambil kertas itu dan ku simpan. Ku berhenti untuk membuka lembaran itu, ku baca dan ternyata kau menuliskan, “Apa kau sekarang sudah tak benci hujan ?” Ku hanya tertawa kecil membacanya.

Masih banyak kenangan manis yang kau berikan kepadaku, ku juga ingat ketika acara perpisahan di sekolah kita dulu. Ku ditunjuk untuk mengikuti tarian daerah, dan ku masih ingat kau berkata apa padaku, “Kamu terlihat manis dengan baju itu..” Hah, apalah yang ada difikiran anak perempuan berumur 12 tahun yang dipuji teman dekatnya. Ku hanya tersipu malu, dan yang lainnya menyoraki kita.

Di sela-sela acara ku juga tak menyangka kau menarik tanganku untuk pergi, ku tak tau akan kau ajak kemana. Kau berhenti tepat di tepi lapangan, dan kau membalikkan badanmu dan mengulurkan tanganmu. Ku tak tau apa maksudmu itu, tiba-tiba mata indahmu berkaca-kaca dan berkata, “Ku akan pergi jauh, ku ingin menitipkan pelangi kita padamu dan ku ambil lagi suatu saat” Dan kaupun meninggalkanku di lapangan itu sendiri, ku hanya diam dan tak tau apa yang harus ku perbuat.

Hari-hari berlalu, tak ku dengar lagi tawamu itu. Tak ku rasakan lagi kehangatan tanganmu yang selalu melindungiku. Suatu ketika ku bertemu pelangi, ku malah tak gembira seperti bersamamu. Pelangi itu enggan menyapaku tanpa kehadiranmu. Ku tak tau kenapa sejak kau pergi, setiap ku melihat pelangi ku merasa pelangi itu berubah warna menjadi lebih pucat dari biasanya, dan ku menitikkan air mata karena ku tak bisa melihat keceriaan pelangi di wajahmu itu.

Hampir tujuh tahun ku merasakan itu, setiap ku melihat anak-anak berumur 12 tahun itu mengejar hadirnya pelangi, menyambutnya dengan ceria, ku selalu merasa hari demi hari ketika hujan datang ia tak lagi berpelangi, pelangi kita. Dan ku masih berdiam diri di sini menanti tawamu yang indah itu. Ku masih menunggumu untuk kembali menjemput pelangi kita, di sini…

Tentang Kita dan Semuanya

Taukah kau makna yang kau alirkan di darahku ?

Yang selalu menjalar di syaraf-syarafku.

Dan tak dapat kupungkiri tentang apa-apa yang telah kau tanamkan di hidupku.

Seperti halnya ku menjadi mentari, dan kau adalah sinarnya

Membantuku untuk menyinari semua yang ada disekitarku sehingganya menjadi lebih berarti karenamu.

Dan kau membuatku lebih berarti di sekitar orang-orang yang menopangku.

Dan itu karenamu.

Seperti halnya ku menjadi bunga mawar, dan kau adalah durinya.

Melindungiku dari hal-hal yang tak mungkin ku lalui sendiri.

Dan membuatku selalu merasa kuat disaat seseorang yang tidak kuingini datang untuk menjatuhkanku.

Dan itu karenamu.

Seperti halnya ku menjadi lautan, dan kau adalah airnya.

Mengisi hari-hariku dengan kenyataan dan mimpi yang selau membayangi langkah kakiku.

Dan berharap untuk masa depan yang akan tetap kita lalui bersama.

Dan itu karenamu.

Seperti halnya ku sebuah jantung, dan kau adalah denyutnya.

Denyut yang tersusun rapi untuk kebahagiaanku, ketakutanku, kesedihanku, dan kegemparanku.

Aku dan kau selalu mengalir di darahku.

Untuk membagi semua tentangku, kita, dan orang-orang di sekitar kita.

Untuk membagi kepingan kehidupan, cinta, dan kebahagiaan.

Selamanya…

Didedikasikan untuk semua orang yang telah mengisi hari-hariku yang menjadi sangat berarti. Keluarga, sahabat, dan semua orang yang telah berbagi senyum dan tangis denganku. Terimakasih..

Tak Ada yang Mampu Menghapus Serpihan Tentangmu

Lama tak ku lihat wajahmu juga tak ada lagi kekuatan yang tersungging di senyummu yang bisa membuat ku serasa di surga, membuatku melambung tinggi dan merasa terhempas sangat kuat saat itu tak ada. Kota demi kota yang telah ku lalui tanpamu, ku rasa jalan ini terlalu usang untuk kujalani seorang diri. Dan semua itu membuatku sadar betapa berartinya kau di hidupku. Entah apa yang kau selipkan di syaraf-syaraf otakku sehingga ku tak mampu menghapus semua kenangan bersamamu. Ku tak tau mengapa perasaan ini tertanam begitu dalam, dan semakin dalam terhujam di perasaan ku sehingga membuatku terluka karenanya.

Setiap kali ku mengingatmu ku hanya bisa menghela nafas panjang. Mengingat kau tak lagi di sampingku, mengingat semua hal bodoh itu. Ku baru ingat bahwa saat itu tak ada kata pisah darimu. Yang membuatku berharap kau kembali membawa secercah harapan bagiku. Sesekali ku menitikkan air mata, menangisi diriku sendiri yang terlalu mencintaimu yang mungkin tak sama denganku. Dan sesekali ku menyeka air mataku sendiri, dan berkata “Untuk apa ku menangisimu yang tak pernah sedikitpun memikirkanku..?”

Tapi ku tak bisa membohongi diriku sendiri bahwa kau benar-benar meninggalkan sesuatu yang tak mampu untukku buang atau ku berikan pada orang lain. Banyak orang yang menguatkanku tentang kenyataan ini. Kenyataan yang kau sendiri tak tau betapa sakitnya diriku yang kau tinggalkan begitu saja tanpa kata-kata. Ku tak tau apa yang ada di dalam fikiranmu, apakah masih ada yang tersisa tentang ku di otakmu ?

Ku masih ingat ketika ku mencuri-curi waktu untuk mendengarkan lagumu, lagu yang indah itu. Semua orang menertawaiku, kenapa aku masih menyisakan tempat untukmu di hatiku. Ku hanya bilang, ku sedang mempertanyakan sesuatu yang selama ini tak bisa ku jawab. Hanya lagu-lagumu itu yang bisa melepaskan rinduku padamu, dan terkadang ku malah tambah sakit karenanya. Karena ku tak menyangka betapa bodohnya aku bisa mencintai orang sepertimu.

Ku tak apa dengan keadaan ini, tapi ku mohon katakan sesuatu tentang perasaanmu agar ku lebih mudah melupakanmu atau kembali kepadamu. Apa ku harus menanti sebuah jawaban darimu ? Atau ku harus menanti seseorang yang akan berkata, “Kau harus melupakannya, dan akulah jawaban dari semua keluhmu.”

Terlantar Selama 155 Hari

Ini adalah kisah nyata yang saya alami sendiri. Betapa menderitanya diterlantarkan selama 155 hari. Bukan waktu yang singkat memang, tapi itulah kenyataannya. Kenyataan yang di alami sendiri oleh blog saya :lol: *maaf, anda telah tertipu*

Entah apa yang meracuni fikiran saya sehingga tega menelantarkan blog saya yang sudah lama saya rintis ini. Ampunkanlah dosa ku :mrgreen: Setelah 155 hari nan gersang ini baru bisa ngupdate blog. Sedih aja rasanya ninggalin apa yang udah kita ciptain :)

Mungkin karena suatu hal yang terlalu menyibukkan diri atau diri yang terlalu menyibukkan suatu hal maka blog saya ini seperti anak yatim piatu yang terlunta-lunta di tengah gurun sahara :D

So, mulai saat ini saya mohon dukungannya untuk terus menegakkan dunia jurnalistik, yang di mulai dari kehidupan sendiri tentunya. Sesuai dengan motto blog saya yang baru,

To Share Life, Love, and Happiness.

Always…

“satu” Bukanlah Hal Kecil

Pertama-tama gue mo mintak maap ama keluarga besar PALANTA Komunitas Blogger Sumbar karna gue telad buad ngucapin selamed ulang taonnya yang pertama pada tanggal 30 Desember 2008 lalu. Nggak kerasa udah setaon aja yah…

 Happy Birthday Myspace Comments

Semoga semakin exist and jaya slalu. Satu bukanlah hal yang kecil, mari kita buat hal baru dimulai dari “satu”.

Catatan Kelam di Awal Tahun

Gue nggak tao harus mule pake bismillah ato langsung nyumpahin kejadian pahit ini. Arrggh !! Gue sebel, baru taon baruan masak kesialan yang teramad sangad udah menimpa gue nan manis gila ini ?? Aturannya gue mem[posting] moment yang paling berharga di Bukittinggi, tempat gue diciptakan. Berikud kisah memilukan dari gue, [anjer, setan alas, genderuwo, cucak rowo, kok bisa kejadian ini gue alamin sih...]

Apakah yang Terjadi ??